Showing posts with label Serba - Serbi. Show all posts
Showing posts with label Serba - Serbi. Show all posts

Wednesday, May 2, 2012

Menjadi Pintar, Cerdas, Kreatif dan Inovatif

Belajarlah seiring dengan hembusan nafas, berhenti belajar ketika nafas berhenti. Belajar juga yang akan membedakan seseorang bisa menyikapi kondisi yang sama dengan cara yang berbeda, tentu saja mendapatkan keuntungan dari kondisi paling merugikan sekalipun. Mengisi hidup yang penuh tidak hanya membutuhkan kepintaran, tapi juga kecerdasan, kreativitas dan inovasi. Apa bedanya?

Kepintaran adalah kemampuan Anda dalam menyerap informasi. Ketika Anda mampu membaca dan mengambil ilmu pengetahuan dari buku atau informasi yang Anda serap, Anda cukup pintar. Akan tetapi, kepintaran berhenti disitu saja. Orang pintar memiliki banyak pengetahuan, akan tetapi kadang menghambatnya dalam pengambilan keputusan, karena pengetahuan yang banyak itu memberikan banyak informasi.

Kecerdasan adalah kemampuan mengelola kepintaran. Orang yang sukses kadang orang yang tidak terlalu pintar, akan tetapi bisa mengelola orang pintar. Kecerdasan membuat Anda tahu siapa orang pintar yang cocok mengerjakan jenis pekerjaan tertentu. Kecerdasan membuat Anda bisa mengambil keuntungan dari kombinasi kepintaran.

Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat perbedaan. Orang yang kreatif adalah orang yang melihat hal yang sama tapi berpikir dengan cara yang berbeda. Kreativitas menghasilkan perbedaan dan orang yang kreatif bisa stand out of the crowd, tampil diantara kerumunan orang. Perbedaan membuat peluang baru terbuka.

Inovatif adalah kemampuan untuk menemukan nilai komersil dari kreativitas. Inovasi membuat kreativitas tidak cukup untuk meraih sukses. Kreatif hanya membuat perbedaan, inovasi membuat perbedaan tersebut memiliki nilai komersil.

Oleh karena itu, belajarlah seumur hidup, dan Anda bisa memiliki kepintaran, kecerdasan, kreativitas dan inovasi. Semuanya bukanlah bakat, akan tetapi disiplin. Tentu saja bisa dipelajari.

.

.

.

Selengkapnya...

Thursday, January 5, 2012

Wednesday, December 21, 2011

Test Galery Photo - Girls From Kupang


"Testing testing 1 2 3 testing..." Layaknya seorang teknisi yang sedang mengecek layak-tidaknya sound system hasil instalasinya begitu juga postinganku kali ini. Postingan ini kutujukan sebagai test awal galery serupa yang akan kuinstalkan di halaman web Puskom Undana. Tentunya tidak dengan gambar-gambar serupa seperti dibawah ini --gile aje kalau isinya gambar-gambar seperti ini, yang ada dipecat ane.--

Ok deh, selamat menikmati aja ya.


































.

.

.

Selengkapnya...

Wednesday, November 30, 2011

Keragaman

Apa yang terjadi bila di dunia terbentuk masyarakat yang homogen? Semua serba sama; cara makan sama, cara tidur sama, cara berpikir sama dan mungkin juga cara mati pun akan sama.

Inikah yang diinginkan Tuhan? Benar bahwa Tuhan menciptakan manusia sesuai dan seturut dengan "gambarNya" --ada esensi kesamaan,-- tapi Tuhan juga memberi manusia sebuah talenta besar yakni "Akhlak." Lalu apa istimewanya sebuah akhlak? Setahuku akhlak membuat kita dapat membedakan mana yang baik dan buruk. Artinya, dunia ini diciptakan dengan sebuah keragaman, ada kebaikan dan juga ada keburukan atau biasa kita sebut kejahatan.

Dalam tayangan-tayangan berita di televisi, sering kita dipertontonkan dengan beragam konflik dengan latar belakang “perbedaan.” Maksudnya antar manusia saling membunuh oleh karena perbedaan suku, agama maupun ras. Tanpa pandang bulu, setiap orang yang dianggap berbeda akan dianiaya bahkan sampai dibunuh. Ini nyata terjadi, dan bukan hanya di Indonesia tapi juga dibelahan bumi lainnya.

Berikut beberapa contoh gambaran konflik sebagai akibat keragaman yang terjadi di Indonesia :

Pertikaian Ketapang (23-11-1998)

Pertikaian Kupang (30-11-1998)


Pertikaian Poso (27-12-1998)


Pertikaian Ambon (19-1-1999)

Konflik menurut Wikipedia berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Titik berat dari penjelasanan mengenai definisi konflik adalah “konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.” Dari kalimat diatas, penulis di Wikipedia menekankan bahwa keragaman itu tak terpisahkan dari kehidupan kita manusia dan konflik akibat perbedaan takkan pernah hilang selama manusia masih hidup berelasi satu dengan yang lainnya.

Dari penjelasan tersebut, hanya satu kata yang terbesit dibenakku yakni “ngeri.” Ngeri oleh karena kita manusia ternyata takkan pernah terpisahkan dari konflik dan sepanjang kehidupan manusia di bumi kita akan selalu diperdengarkan dan melihat pertikaian-pertikaian antar manusia.

Lalu inikah yang diinginkan Tuhan kepada kita manusia saat penciptaan itu terjadi ?

Jujur aku tak bisa menjelaskannya dari sisi teologis, karena aku sendiri bukanlah anak/hambaNya yang taat membaca isi dari FirmanNya. Tapi sepanjang kehidupanku, aku takkan pernah lupa akan perintah Tuhan yang paling utama yakni “kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Disini aku diajarkan bahwa manusia diciptakan memang dengan keragaman, tapi keragaman itu bukan dimaksudkan untuk kita akhirnya saling berkonflik bahkan sampai dengan saling membunuh. Ada kasih sebagai jembatan penghubung antara keragaman.

Mengimplementasikan kasih tidak bisa dengan cara cepat layaknya makanan cepat saji, dan berdasarkan kepentingan individu atau kelompoknya semata, namun harus secara holistik kepada setiap individu manusia siapapun dia. Mudah diucap tapi sulit dilakukan, sayapun secara pribadi paham akan itu. Tapi ingat, manusia juga diciptakan dengan talenta khusus lainnya yaitu sifat tenggang rasa.

Sifat tenggang rasa berarti kita dapat menghargai dan menghormati perasaan orang lain, atau dengan tenggang rasa kita dapat merasakan atau menjaga perasaan orang lain sehingga orang lain tidak merasa tersinggung. Oleh karena sifat inilah kita dapat bergaul dengan siapa saja, dimana saja, dan kapan saja.

Menilik dari penjelasan-penjelasan diatas, kita manusia memang tidak diciptakan untuk menjadi homogen, begitupun untuk dipaksa agar menjadi homogen. Oleh karenanya keragaman jangan dianggap sebagai sebuah kezaliman dari Tuhan, tapi jadikan keragaman sebagai sebuah berkat dari sang Khalik. Karena didalam keragaman kita dapat merasakan berbagai pengalaman-penagalam menarik lain dalam hidup.

Coba bayangkan bila pelangi hanya memiliki satu warna, tidak indah dipandang mata bukan? Pelangi dengan keragaman warnanlah yang membuat pelangi menjadi elok dipandang mata.

"Pesan Sosial : Mencari musuh itu mudah namun mencari teman/saudara itu sulit, maka cari dan ciptakanlah pertemanan dan persaudaaraan sebanyak-banyaknya."

.

.

.

Selengkapnya...

Wednesday, November 2, 2011

Ibuku Malaikatku


Haloooooooooooo.

Senangnya bisa kembali online. Oh iya, beberapa hari ini aku disibukkan dengan persiapan audit internal di UNDANA yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 11-12 November 2011. Dalam rangka itu, aku diminta mempersiapkan kelengkapan dokumen perihal daftar inventaris barang yang ada di laboratorium komputer Puskom, daftar inventaris jadwal dan penggunaan laboratorium, termasuk daftar prioritas pengembangan teknis untuk laboratorium komputer.

Lumayan menguras otak sebenarnya dikarenakan belum pernah sekalipun membuat form daftar inventaris barang sesuai spesifikasi yang diminta oleh pimpinan. Bolot sekali ya aku? But, finally i finished that job.

Ngomong-ngomong ada satu hal penting yang ingin kuceritakan ke kalian. Kisah yang teramat sangat membahagiakan--bagiku-- dan semoga juga bisa membahagiakan kalian. Begini ceritanya :

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 21 Oktober, ibuku atau yang kusapa mama pergi keluar kota untuk melakukan pertemuan rohani. Kalau tidak salah pertemuan itu diselenggarakan oleh Haggai Institute Indonesia. Kepergian ibuku membuatku super khawatir dikarenakan masalah asupan gizi yang pasti berkurang untuk aku.

Mama adalah seorang ibu yang sangat memperhatikan asupan gizi keluarganya. Bayangkan saja, setiap pagi, aku dan ayahku selalu disuguhi jus buah + sayur + susu. Khusus untuk aku, mamaku menyiapkan dos nasi yang sewaktu-waktu bisa kugunakan untuk membawa makanan ke kantor--bila terlambat bangun pagi.--

Setiap pagi, siang dan malam, jenis dan ragam lauk-pauk selalu berganti. Meskipun sebenarnya terkadang dengan bahan dasar yang sama. Tapi bahan dasar itu selalu dikombinasikan menjadi makanan yang baru dan enak.

Oleh karena itulah kepergian mama menjadi kekhawatiran tersendiri untukku, tidak tahu dengan ayah. Oh iya, dirumah kami hidup hanya bertiga, kakak pertama sudah menikah dan tinggal bersama suami sedangkan kedua saudariku lainnya bekerja dan kuliah di kota Surabaya.

Kekhawatiran itu semakin lengkap takkala sehari sebelum kepergian ibu aku berkata kepadanya bahwa besok akan diadakan kebaktian pemuda di rumah. Ibuku lalu berinisiatif membeli Tahu sebanyak 1/2 nampan sebagai persiapan dan menyuruh Yudith--anak asuh dirumah-- untuk menyimpannya di kulkas. Ternyata oh ternyata, Yudith memberitahu kalau ibadah pemuda bukan dilaksanakan pada minggu ini tapi minggu depannya lagi. #%$@#$%...

Mau dikata apa, istilahnya "bubur sudah matang". Ayah yang pada saat itu duduk bersebelahan dengan kami langsung membuat wajah tak bersahabat--padahalnya sedari dulu memang sudah jelek wajahnya, hahaha.-- Melihat wajahnya yang jadi aneh aku langsung menggoda ayah. Kira-kira seperti ini obrolan kami :

Aku : "Siap-siap bapa, sepuluh hari kedepan kita bakalan makan Tahu terus, dijamin gizi kita bakalan bertambah."
Ayah : "Pak pung cara tu, ini gara-gara pak sudah!"
Ibu : "Hahaha, besong dua ni.."
Aku : "Hahahahahahahahahahahaha."

Sepuluh hari ibuku pergi keluar kota, sepuluh hari juga Tahu menjadi hidangan wajib untuk aku dan ayah. Sungguh sangat tragis nasib ini.

--Kejadian selama sepuluh hari aku skip saja untuk mempersingkat waktu--

Setelah sepuluh hari berselang, ibuku pun kembali ke rumah. Sebelum kami pergi menjemput ibu di bandara, aku dan ayah sempat ngobrol. Berikut obrolan kami :

Aku : "Boss, bta telalu rindu deng mama. Bta yakin dan percaya ketong pung asupan gizi akan kembali terjamin."
Ayah : "Itu sudah nak, mama sonde ada ni memang ketong repot."
Aku : "Akhirnya ketong sond bakalan makan Tahu lagi."
Ayah : "Gara-gara lu na."
Aku : "Hahaha, masih saja mengingat itu kisah, kan bta su minta maaf."
Ayah : "Yang penting mama su pulang ketong aman sudah."

Obrolan itu menjadi pengingat bagiku kalau IBUKU ADALAH MALAIKATKU.


Pesan Sosial : Kasihilah ibumu seperti engkau mengasihi dirimu sendiri dan jangan cuman mengingat mengasihi pacar saja.



.

.

.

Selengkapnya...

Friday, October 28, 2011

Sumpahku SUMPAH PEMUDA bukan sumpah Pocong


MERDEKA....!!!

Mungkin banyak yang lupa, tapi pasti lebih banyak yang masih mengingatnya dengan baik, hari ini tanggal 28 Oktober kita peringati sebagai hari lahirnya Sumpah Pemuda, hari lahirnya bangsa Indonesia. Untuk itu kuucapkan selamat merayakan.

Sekedar me-refresh ingatan kita semua, inilah bunyi dari teks Sumpah Pemuda:


Pertama : Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua : Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga : Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.



Banyak dari kita yang bertanya "bukankah hari kelahiran Indonesia itu tanggal 17 Agustus? Lalu apa yang membedakannya?"

Jujur saja penjelasan konkrit/ilmiah tentang hal tersebut tidak pernah aku ketahui secara pasti. Tapi aku akan mencoba memberikan jawaban menurut cara pandangku sendiri.

Catatan sejarah menulis bahwa Belanda terakhir menjajah Indonesia pada tahun 1942 dan digantikan oleh Kekaisaran Jepang. Sejarah juga mencacat bahwa Belanda berkuasa selama 350 Tahun. Bila kita kurangi maka penjajahan Belanda kira-kira dimulai sejak tahun 1600-an Masehi. Wooow. Pada saat itu, kita yang ada sekarang sudahkah dtentukan oleh Tuhan untuk hidup di tahun ini? Silahkan merenungkannya secara pribadi.

Lanjut, setelah ratusan tahun kemudian tepatnya ditahun 1926 dan dilanjutkan ditahun 1928 para pemuda yang terdiri dari organisasi kepemudaan seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dan lain sebagainya berkumpul dalam sebuah kongres kepemudaan untuk bersama membahas kondisi ketertindasan mereka dari kaum kolonialis.

Ditempat itu mereka bertekad mengangkat harkat dan martabat mereka sebagai orang Indonesia asli dan berkomitmen dalam perjuangan bersama mencapai kemerdekaan yang hakiki. Dan itulah yang terjadi 17 tahun kemudian tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Layaknya proses pembentukan dan kelahiran manusia, sumpah pemuda diibaratkan pertemuan antara sel sperma dan sel ovum dan membentuk embrio. Kedua sel ini layaknya organisasi-organisasi kepemudaan dari beragam daerah yang memiliki latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda yang kemudian berkumpul, bertemu, saling tertarik dan akhirnya menyatu menjadi satu sel tunggal bernama Indonesia.

Untuk kemerdekaan 17 Agustus, hari itu diibaratkan hari keluarnya bayi dari dalam mulut rahim seorang ibu. Embrio membutuhkan waktu 9 bulan 10 hari untuk sampai pada tahap akhir pembentukan manusia yakni kelahiran. Waktu 9 bulan dan 10 hari sama dengan jangka waktu 17 tahun proses kemerdekaan Indonesia sejak Sumpah Pemuda dikumandangkan.

Itulah yang membedakan antara Sumpah Pemuda dan Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Oh iya, satu hal penting saat kongres Pemuda berlangsung adalah uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan. Dari kelima faktor itulah sebuah bangsa baru akhirnya terbentuk, bernama Indonesia. Bangsa yang memiliki keragaman terbesar di dunia dalam hal kemajemukan budaya dan bahasa, dan aku bangga menjadi bagian dari bangsa ini.

Sumpahku untuk Indonesia :
Saya Ferdinand Umbu Reda Anaboeni, mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.
Saya Ferdinand Umbu reda Anaboeni, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.
Saya Ferdinand Umbu reda Anaboeni, mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia.
Saya Ferdinand Umbu Reda Anaboeni, mengaku Sumpahku SUMPAH PEMUDA, bukan sumpah pocong.

Lha memangnya sumpah pocong itu sumpah apaan? Nih aku bagikan lagi sedikit info untuk kalian.

Dari situs Wikipedia, sumpah pocong adalah sumpah yang dilakukan oleh seseorang dalam keadaan terbalut kain kafan seperti layaknya orang yang telah meninggal (pocong). Sumpah ini tak jarang dipraktekkan dengan tata cara yang berbeda, misalnya pelaku sumpah tidak dipocongi tapi hanya dikerudungi kain kafan dengan posisi duduk.

Sumpah pocong biasanya dilakukan oleh pemeluk agama Islam dan dilengkapi dengan saksi dan dilakukan di rumah ibadah (mesjid). Di dalam hukum Islam sebenarnya tidak ada sumpah dengan mengenakan kain kafan seperti ini. Sumpah ini merupakan tradisi lokal yang masih kental menerapkan norma-norma adat. Sumpah ini dilakukan untuk membuktikan suatu tuduhan atau kasus yang sedikit atau bahkan tidak memiliki bukti sama sekali. Konsekuensinya, apabila keterangan atau janjinya tidak benar, yang bersumpah diyakini mendapat hukuman atau laknat dari Tuhan.

Luar biasa, sesuatu ya --dengan cara syahrini.-- Bayangkan bila hukum di seluruh dunia mengadopsi sistem seperti ini, takkan ada uang yang terbuang keluar untuk pembiayaan pengadilan, takkan ada juga uang yang terbuang untuk melakukan penyelidikan dan lain sebagainya. Semua uang itu bisa digunakan untuk hal yang lain. "Sesuatu ya."

Memang luar biasa, tapi dunia ini akan dipenuhi dengan sumpah, sumpah, sumpah, sumpah dan sumpah. Yang awalnya bertujuan untuk memberikan dorongan psikologis agar tidak berdusta malah akan semakin dipenuhi dengan dusta karena, tak ada jaminan dengan kita bersumpah maka setiap kata yang terucap 100 persen dapat dipercayai kebenarannya. Tak ada jaminan juga kalau kita ternyata berbohong maka akan ada hukuman dari alam gaib kepada sang pengucap sumpah.

Lagi pula pocong itu kita kenal sebagai setan, musuh dari Tuhan. Lalu kenapa pocong diundang masuk ke dalam rumah Tuhan? (Kalau ada yang mampu memberi pencerahan kepadaku, mohon bantuannya).

Ah info apaan ini, sepertinya tidak penting sekali dech. Tapi tak apalah, nasi sudah menjadi bubur soo enjoy that. Bye.

"Pesan Sosial : Jadilah pemuda-pemudi yang baik; rajin ibadah, tidak sombong, suka belajar, suka berkreatifitas, suka menabung, suka menolong, suka menodong (nah lho, yang ini jangan!).
Intinya berbuatlah yang terbaik, apapun yang kamu bisa untuk INDONESIA."


.

.

.

Selengkapnya...

Thursday, October 27, 2011

Panasnya Kupang = MEMBARA (sadis amat)

Gilaaa..... Pagi ini aku terbangun tepat pukul 5 dan yang pertama kali terpikirkan adalah "terlambat ke tempat kerja = terlambat apel pagi = dapat muka cuka dari pimpinan !" Kayaknya sedikit alay dan lebay ya? Kok bisa gila? Pokonya tetap gila saja lah, h0hoho.

Tanpa menghiraukan tuk sekedar melihat jam di HP, aku langsung melompat dari tempat tidur dan berlari menuju tempat handuk tersimpan. Kebetulan didekatnya terdapat jam dinding. Secara refleks mataku tertuju pada jam tersebut, dan yang terjadi selanjutnya, "marahhhhh!" Kenapa? Karena ternyata baru jam 05.05 AM (Ggggrrrrrrrr!).

Aneh bin ajaib kupikir, kok bisa-bisanya jam segini sudah begitu terang layaknya pukul 06.30 - 07.00 AM? Tapi karena nasi sudah menjadi bubur dan mata sudah terbuka secara penuh--meski dengan keterpaksaan,-- langkah kaki langsung kuarahkan ke tempat penyimpanan pendapatan warnet (soal uang is my first priority in the morning, hoho).

Ngomong-ngomong saya punya warnet lho, namanya warnet AntiqOne yang berarti warnet anak tingkat satu--nama keren dari pemuda-pemuda yang berada dilingkup wilayah kelurahan Naikoten I (tingkat I), kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.-- Di warnet ini aku pekerjakan 2 orang untuk menjaganya. Pagi sampai sore bernama Yadi dan sore sampai tengah malam bernama Daud. Daud sebenarnya adalah anak asuh dari orang tuaku dan tinggal bersama kami. Setiap hari Daud kutitipi pesan untuk menaruh hasil pendapatan warnet di suatu tempat khusus, dan akan kuhitung keesokan paginya.

Kegiatan rutin ini layaknya software yang telah terinstall dengan baik dan selalu berjalan diwaktu yang telah ditentukan. Setelah prosesi ini selesai barulah aku bersiap-siap pergi ke kantor.

Setelah semua siap, ready to go --dengan motor berbibir merah (plat merah milik pemerintah).-- Tapi begitu tubuh menyentuh matahari, panasnya wow, serasa panas di waktu siang sekitar pukul 10.00 - 11.00.

Memoriku langsung teringat kejadian selama hampir 3 hari ini, cuaca di kota Kupang sedang 'tidak bersahabat.' Itu dikarenakan panasnya sangat menyengat. Memangnya Tawon menyengat? Tapi memang benar, siapapun yang pernah disengat tawon akan sepakat bahwa tiap kali kita disengat, kulit langsung berasa panas dan panasnya menyiksa sekali. Begitu juga dengan panas yang terjadi di kota Kupang, panasnya membuat kulit perih saat terkena cahayanya. Bagaikan disengat tawon.

Sesampai di kantor, rasa penasaran terhadap kondisi cuaca kota Kupang lansung kucari jawabannya. Melalui situs pencari google, jawabannya adalah : Kondisi cuaca Kota Kupang yang sangat panas beberapa hari ini disebabkan karena kitaran matahari berada tepat di titik kulminasi atau posisinya tepat berada di atas Kota Kupang dan melintasi wilayah NTT. Hal ini menyebabkan suhu naik hingga 35 derajat celsius.


Pantas saja kota Kupang terasa begitu panas, panas yang terbilang cukup membara--alay/lebay dikit tak apalah.-- Bayangkan, suhu didih air adalah 100 derajat celcius, dan kota Kupang sedang mengalami suhu udara sebesar 1/4 lebih dari suhu didih air atau mendekati 1/2 dari suhu didih air. Luar biasa.

Informasi selanjutnya yang kudapat, diperkirakan, kondisi panas ini akan berangsur-angsur turun beberapa hari ke depan saat memasuki bulan November.

Dalam benakku, apakah ini efek Global Warming? Mungkin saja. Bumi memang sedang mengalami proses pemanasan yang sangat ekstrim dan itu yang selalu diperdengarkan atau ditayangkan di stasiun-stasiun radio maupun televisi dimanapun di seluruh dunia. Bahkan dari sejarah hidup secara pribadi, tahun-tahun belakangan ini memang kondisi cuaca berubah secara drastis. Sekali hujan, terasa panjang durasi waktunya dan menyebabkan banjir dibanyak tempat--tahun lalu misalkan.-- Begitu masuk musim panas, suhunya selalu meningkat setiap tahun.

Pembangunan yang tidak memperhatikan lingkungan adalah salah satu penyakit manusia saat ini. Dengan seenaknya pohon-pohon ditumbangkan tanpa melakukan reboisasi; penggunaan kendaraan bermotor tidak ramah lingkungan dan semakin meningkat setiap tahunnya; pemakaian air tanah yang juga berlebihan; dan masih banyak lagi penyakit-penyakit manusia kepada lingkungan.

Informasi terakhir yang aku dapat, target penjualan kendaraan bermotor di Indonesia untuk tahun 2011 sebesar 780.000-830.000 unit. Bahkan sampai dengan Mei 2011 total penjualan sudah mencapai angka 225.000 unit. Jumlah yang sangat fantastik karena bila dihitung dalam 5 tahun kedepan jumlah kendaraan di Indonesia akan bertambah sebanyak 3.900.000-4.150.000 unit.

Dari data statistik yang di publish Badan Pusat Statistik Indonesia, jumlah total kendaraan bermotor di indonesia sebanyak 70.714.569 di tahun 2009, mendekati 1/2 dari jumlah penduduk di Indonesia yang berjumlah 200an juta jiwa.

Bila peningkatan jumlah kendaraan bermotor ini terjadi secara terus menerus tanpa memperhatikan dampaknya bagi lingkungan, niscaya Bumi termasuk Indonesia dan kota Kupang bukan sekedar memanas melainkan MEMBARA.

"Pesan Sosial : Sedia payung sebelum hujan, sedia jaket sebelum panas. Gunakan pakaian berwarna cerah jangan gunakan pakaian berwarna gelap. Bila perlu gunakan juga CD berwarna cerah, hohohoho.."



.

.

.

Selengkapnya...

Saturday, August 20, 2011

Indonesia Itu Sudah Merdeka Tapi Masih Terjajah

Dua puluh enam tahun sudah waktu yang saya lalui hidup sebagai bagian dari bangsa Indonesia, putra kebanggaan bangsa. Dua puluh enam tahun juga perayaan kemerdekaan Republik berlangsung sepanjang hidupku. Dalam buku-buku sejarah --yang dikemas dalam kurikulum tingkat SD sampai SLTA-- kami diajarkan bahwa bangsa ini pertama kali disebut bangsa yang merdeka pada tanggal 17 Agustus 2011, waktu yang diperlukan sebelum Indonesia merdeka adalah 350 tahun masa penjajahan Belanda ditambah 3,5 tahun masa penjajahan Jepang, proklamatornya adalah dua orang negawaran besar bernama Soekarno dan Mohammad Hatta, kemerdekaan Indonesia diceritakan direbut dari tangan penjajah penuh dengan gelimpangan darah, dan bambu runcing adalah senjata andalan para pejuang melawan peralatan perang berbahan baku baja dan bom berdaya ledak tinggi.

Sejarah di atas seperti sebuah cerita dongeng bergenre heroik yang membentuk pola berpikir kita untuk semakin dan selalu mencintai bangsa ini dan bila perlu menjaganya. Tak ayal, memang itu terjadi. Kita mencintai bangsa ini, kita juga menghargai jasa para pejuang dan kita bertekad menjaganya. Namun apakah betul kita telah menjaga kemerdekaan ini? Secara teknis Ya memang BENAR. Tak pernah ada lagi penjajahan oleh bangsa lain kepada kita. Tapi apakah hanya dengan menjaga bangsa lain tidak menjajah kita maka kita tetap layak disebut bangsa yang merdeka?

Kata Merdeka sebenarnya berasal dari bahasa sansekerta “mahardhika,” yang berarti “bebas.” Bila ditilik ke belakang, enam puluh enam tahun sudah Indonesia merdeka. Enam puluh enam tahun juga kita merasakan kebebasan. Rakyat negeri ini selayaknya tidak mengenal lagi kata ‘penjajahan.’ Namun kenyataannya penjajahan oleh bangsa sendiri rupa-rupanya malah/sedang terjadi dan menjadi tren penjajahan gaya baru. Lihat saja, masih banyak rakyat yang hidup dalam kemiskinan, berpuluh ribu bayi mengalami busung lapar, berjuta petani berteriak karena mahalnya harga pupuk dan ketidakberdayaan nasib mereka di tangan para tengkulak dan rentenir. Lihat juga para guru yang terkadang menambah profesi menjadi tukang ojek demi memenuhi kebutuhan sandang dan pangan. Buruh pabrik atau biasa disebut kuli bermandi keringat dan kulit yang semakin gosong dengan mendapat bayaran yang teramat sedikit.



"Seorang anak kecil harus merasakan pahitnya hidup mencari uang dengan menjadi pemulung"




"Rakyat Papua masih banyak yang hidup dalam kemiskinan"



"Seorang ibu yang hanya bisa melihat anaknya terbaring lemah dengan perut buncit pengidap busung lapar"


Enam puluh enam Tahun Indonesia merdeka, apa yang sudah didapatkan rakyat negeri ini? Kemelaratan, kesengsaraan, ancaman, doktrinasi, penipuan serta jargon jaminan sosial yang mengatasnamakan rakyat tapi kosong melomping dalam realisasinya?

Tidak bisa dipungkiri, memang telah ratusan bahkan ribuan gedung yang menjulang tinggi, apartemen, kondominium, rumah KPR, jembatan, jalan tol dan masih banyak lagi yang kita lihat terbangun. Tapi benarkah itu yang dikendaki rakyat, dengan segala bangunan mewah disana-sini?

Bagi mereka yang telah diberi kepercayaan tuk mengelola negeri ini, mereka akan berkata Indonesia telah merdeka. Tapi lihatlah betapa naïf dan butanya mata hati para pemimpin negeri takkala menggunakan keuangan Negara bukan didasarkan untuk kesejahteraan rakyat tapi untuk kepentingan pribadi ataupun golongan. Nazarrudin contohnya, seorang politisi partai berkuasa beserta jaringannya bermain dalam proyek-proyek dilembaga-lembaga besar Negara untuk satu tujuan "mendapatkan uang untuk pribadi ataupun golongannya.” Secara logis, seharusnya merekalah --politisi dan pengelola negara-- pasukan garda terdepan pemerhati rakyat kecil yang tertindas.

Oleh karena itu bila kita menyadari dan merenungi arti sesungguhnya dari kemerdekaan, maka kita sesungguhnya belum merdeka. Kita sedang diperbudak oleh segelintir orang yang dipenuhi hawa nafsu untuk menguasai negeri demi kepentingan pribadi dan golongannya, bukan demi Indonesia. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme tetap menjadi hantu dan kutu busuk yang akan selalau membayangi, menggerogoti serta menghisap darah kita walaupun dalam kondisi tertidur. Para pemimpin-pemimpin busuk negeri ini dengan leluasanya menjarah serta mencuri keping demi keping emas batangan dan uang rakyat.

Tulisan diatas adalah makna kemerdekaan menurut pemikiran dan opini saya. Saya bangga menjadi anak Indonesia tetapi saya kecewa terhadap pemimpin-pemimpin negeri yang saya kategorikan “BOTOL” --bodoh dan tolol-- karena hanya mengejar materi dan gensi semata tanpa mengetahui fungsi dan tugasnya sebagai perpanjangan tangan kesejahteraan rakyat.
Indonesia itu sudah merdeka tapi masih terjajah.

CINTAI NEGERI INI DENGAN HATI, DIRGAHAYU INDONESIA.


.

.

.

Selengkapnya...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...